
Bolong.id - Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, menjadi tuan rumah forum internasional bertema “Flowing Rivers, Converging Future” yang dibuka pada Rabu (19/11). Acara ini mempertemukan wali kota dan perwakilan pemerintah kota dari sepuluh negara, termasuk Brunei, Mesir, Jerman, Malaysia, serta sejumlah kota besar di Tiongkok, untuk membahas berbagai isu strategis dalam tata kelola perkotaan.
Dilansir dari Xinhua, Rabu (19/11/25), forum ini menyoroti tiga agenda utama perlindungan warisan budaya, pembangunan kota hijau yang ramah lingkungan, dan pengembangan kota pintar. Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan terkait modernisasi perkotaan, khususnya bagaimana kota-kota bersejarah dapat beradaptasi dengan kebutuhan masa depan tanpa kehilangan identitas budaya.
Selama tiga hari, delegasi juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi penting di Nanjing, termasuk kawasan universitas, titik-titik wisata di sepanjang Sungai Yangtze, serta situs sejarah seperti tembok kota berusia lebih dari enam abad. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberi gambaran langsung tentang transformasi urban Nanjing yang menggabungkan pelestarian budaya dengan inovasi teknologi.
Wali Kota Nanjing menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang untuk memperluas kerja sama internasional di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, dan perdagangan antar kota. Ia juga berharap dialog tersebut dapat memperkuat jaringan pertukaran pengetahuan dalam menghadapi tantangan tata kelola perkotaan yang semakin kompleks.
Dengan menghadirkan pemimpin kota dari berbagai kawasan dunia, Nanjing menempatkan diri sebagai salah satu pusat diskusi global mengenai masa depan kota berkelanjutan. Forum ini sekaligus menunjukkan bagaimana diplomasi kota (city diplomacy) menjadi elemen penting dalam kerja sama internasional di era urbanisasi cepat.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
